Friday, June 21, 2024

Sepi mencari diri

Masa detik berlalu
Aku tetap aku terpinga pilu
Sama si kecil disisi selalu
Sama si kecil didalamku

Sendiri.  Menggarap segala ilmu
Memahami segala ini takdirMu
Atas perlakuanku acap kali dungu
Kemana laluan harusku tuju?

Peluang. Aahh, aku sendiri ragu ragu,
Berharap? Tiada lagi untukku,
Celah malap kutuju Dia,
Yang memahami apa yg dicipta.

Basahlah hati.  Basahlah pipi,
Aku masih tidak mengerti,
Menunggu dan setia menanti,
Walau banyak merobek hati.

Hairan. Sayangku tidak pergi,
Memori yang semakin tebal,
Yang manis tetap tertinggi,
Adakah keranaku bebal.

Ya rahman ya rahim...
Qadarullah wama sya’a fa’ala
Permudahkan & cukupkan
Terselit doaku untuk bahagia
Aku insan biasa, 
Punya hati lemah,
Yang mengharap rahmah. 

Wednesday, December 21, 2022

Besi karat

Besi itu perlu diluntur kembali
Oleh tangan tukang besi 
Yang layak dan tahu membaiki
Bukan sekadar cat yang menutupi

Begitulah zahir diri terlihat sempurna
Batinnya sedar rosak dengan noda
Berdiri seakan selamat tapi hati kacau bilau
Sehingga putus hayat takan habis seriau

Yang merah perlu dicuci
Istigfar dan selawat mengiringi
Mohon bimbingan pewaris nabi
Agar kelak bersama dirahmati

Sengsara menyelubungi hati
Mengharap kepada wakil ketika ini
Tiada untung bagi ganti balasan
Selain pinta syafaat, ampunan & harapan

Friday, November 12, 2021

Rasulullah

Kejauhan kubah hijau ditatap mata
Terkadang tenung pagar emas di foto & media
Membungkam rindu mengamit jiwa
Duhai kasih, bilakan bersua?

Jauh dikau berpisah alam
Jasadmu berjarak di tanah haram
Namun serasa dekat dihati
Selawat dan salam mengiringi

'Andai' boleh merentas masa
Kan ku luah segala-gala.
Kan ku teleku islah bersama
Dipimpin langsung merungkai rahsia

semoga aku antara yang dirindumu
semoga kita kan bertemu.

Allahuma solli ala Muhammad wa ala alih Muhammad. 

Saturday, April 22, 2017

Aku seorang pendosa

أَذْنَبَ عَبْدٌ ذَنْبًا فَقَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَذْنَبَ عَبْدِى ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ. ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ أَىْ رَبِّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَبْدِى أَذْنَبَ ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ. ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ أَىْ رَبِّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَذْنَبَ عَبْدِى ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكَ

“Ada seorang hamba yang berbuat dosa lalu dia mengatakan ‘Allahummagfirliy dzanbiy’ [Ya Allah, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa. Beramallah sesukamu, sungguh engkau telah diampuni.”( HR. Muslim no. 2758). An Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan bahwa yang dimaksudkan dengan ‘beramallah sesukamu’ adalah selama engkau berbuat dosa lalu bertaubat, maka Allah akan mengampunimu.

An Nawawi mengatakan, ”Seandainya seseorang berulang kali melakukan dosa hingga 100 kali, 1000 kali atau lebih, lalu ia bertaubat setiap kali berbuat dosa, maka pasti Allah akan menerima taubatnya setiap kali ia bertaubat, dosa-dosanya pun akan gugur. Seandainya ia bertaubat dengan sekali taubat saja setelah ia melakukan semua dosa tadi, taubatnya pun sah.”[3]

Monday, January 9, 2017

Counting anniversary 2nd years

Sampai akhirnya
Ini tersemat kemas di dada
Mungkin esok ada
Mungkin juga tiada
Genap 2 tahun
Bersama anugerah dari Dia
Ku namakan Maryam jika dara
Ku namakan Khalid jika teruna
Ikutlah ayah pilih mana mana :)
Mama menanti gembira
Walau sebaliknya ada duka diduga
Hadirmu membawa maksud
Semakin hampir hari leraian
Biar cara kehormat ku pergi
Menyenangkan semua
Alangkah boleh tiba sedetik bahagia
Merasa hangat kasih
Walau seketika cuma
Yang terakhir di ingatanku
Terima kasih diatas memori
Ku bawa bekal yang satu
Allah selamanya tuhanku

Saturday, December 24, 2016

Buat permata hati.

Assalam huda dan baby,  nanti bila kalian besar dan terbaca blog ni ketahuilah mama sangat menyayangi kamu sejak dari perut mama lagi... Kalian permata hati mama yang selalu dekat dengan mama saat mama bersendiri.  Maafkan mama jika mama tiada bersama kalian sekarang.  Doakan mama kebaikan bahagia di akhirat,  jadilah kalian anak yang soleh solehah berbakti kepada ayah dan ummah.  Kalian tanda cinta hati mama terhadap ayah.  Sangat besar. Moga kita disatukan semula kelak. Amin. Salam sayang selamanya.

Monday, September 26, 2016

Seorang pendosa

Ku renung...
Di balik cahaya
Ku tanya
Tuhan,  aku apa
Boneka?
Tapi yang mana
Diredha atau dimurka?

Terluka jiwa
Kerna buta
Tentang ahada
Masih terpenjara
Merasa wujud sama
Tambah jua dosa

Hancur,  patah,  lemah
Seketul yang merah
Tiada lagi daya
Penuh putus asa
Seorang pendosa
Hilang arah dan harga

Tuhan,  yang maha menghina
Hamba lari merintih semula
Tika semua menyisih tak suka
Meminta redha ke syurga

"Allahumma mushorrifal qulub,  shorrif quluubana ala tho 'a tik"