Tuesday, June 12, 2012
Faktor-Faktor Penting Kewibawaan Asya’irah
Thursday, May 31, 2012
Asya'irah part 2
Monday, May 28, 2012
Asya'irah part 1
Monday, April 2, 2012
Hebron Massacre
In doing this, he wished to materialize the dream of the typical Zionist movement of annihilating the Arab existence in Palestine. Goldstein, who was killed during this massacre, was later hailed as hero for his murder.
One early morning, dated 25th February 1994 while all of us were busy doing our own things. A few hundred Muslims went to perform Subh prayers in Ibrahimi Mosque. (It is located in Beit Jibrin, 29km north of Hebron (al-khalil), Palestine. It is the memorial site of Prophet Adam, Ibrahim, Ishaq, Ya’cob and Yusuf.)

Without their knowledge, a Jew by the name Dr.Baroukh Goldstein was preparing to launch an attack. He was accompanied by a group of Jewish settlers and Zionist soldiers. Goldstein was carrying his military machine gun, some hand grenades and a lot of ammunition.
When the Muslims prostrated towards the qiblah, he fired the machine gun upon them. Meanwhile, Zionist soldiers closed the mosque doors to prevent the congregation from fleeing. They also denied entrance to those coming from outside to rescue the wounded.
Others outside the mosque were shot dead by Israeli soldiers outside the mosque. The massacre led to 50 deaths, 29 of which occurred inside the mosque. More than 300 muslims were wounded in the attack. Today, 14 years after the Hebron Massacre, The question remains…
IS THE LIVES OF OUR MUSLIM BROTHERS SO VALUELESS THAT WE DON’T BOTHER TO DO ANYTHING ABOUT IT?
Thursday, March 22, 2012
kalimatat taqwa

(Ingatlah dan kenangkanlah ihsan Tuhan kepada kamu) ketika orang-orang yang kafir itu menimbulkan perasaan sombong angkuh yang ada dalam hati mereka (terhadap kebenaran Islam) - perasaan sombong angkuh secara Jahiliyah (yang menyebabkan kamu panas hati dan terharu), lalu Allah menurunkan semangat tenang tenteram kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman (sehingga tercapailah perdamaian), serta meminta mereka tetap berpegang kepada "Kalimah Taqwa", sedang mereka (di sisi Allah) adalah orang-orang yang sangat berhak dengan "kalimah Taqwa" itu serta menjadi ahlinya. Dan (ingatlah), Allah adalah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.
Kalimah taqwa dari ayat diatas bermaksud kalimah syahadatain atau kalimah tauhid.
Dan apa pula cabang-cabang penafsiran kalimah tauhid ini??
Berbekal ilmu yng sedikit ini terasa sangat-sangat ingin memuntahkan pemikiran yang ana peroleh moga-moga tergolong antara rijal-rijal yang yang menjadi task force yg menjaga filter Islamic thelogy n thought. Yang saban hari tanpa sedar pelbagai buah fikiran seakan-akan berpandukan alquran sunnah sebenarnya lari dari landasan . Nauzubillah
Ana memohon kpd shuyukh yang membaca boleh mengkritik jika ada silap. Dan ini barulah langkah bermula penulisan blog ini. Wallahualam.
